Kudus – Sebanyak 396 siswa SMA N 1 Gebog mengikuti Pelatihan Paham AI yang digelar Polres Kudus, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Kudus untuk meningkatkan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus membekali pelajar dengan pemahaman tentang ancaman kejahatan siber yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pelatihan melibatkan tim Paham AI Polres Kudus yang terdiri dari 24 trainer. Dalam pelatihan tersebut, siswa diperkenalkan dengan platform Senopati Academy yang berisi berbagai fitur edukatif berbasis AI.
Mulai dari perpustakaan digital tentang perkembangan AI, laboratorium AI interaktif, eksplorasi karier dan informasi beasiswa, hingga simulasi IELTS dan TOEFL yang dapat diakses secara gratis.
Selain mengenalkan teknologi AI, para siswa juga diajak memahami berbagai modus kejahatan siber melalui sesi interaktif bertajuk “Cerita JEDA”. Materi tersebut memberikan gambaran bagaimana ancaman digital dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan serta pentingnya meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di dunia maya.
Pelatihan juga diisi dengan sesi pembelajaran langsung menggunakan empat modul materi yang diawali pretest dan diakhiri posttest. Hasil pembelajaran ditampilkan melalui leaderboard sehingga peserta dapat melihat perkembangan kemampuan mereka secara langsung.
Kasat Binmas Polres Kudus AKP I Kadek Dwi Pramartha Putra mengatakan pelatihan ini bertujuan menyiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab.
“AI adalah teknologi yang akan menjadi bagian penting dalam kehidupan masa depan. Kami ingin para pelajar di Kudus memiliki kemampuan memahami, memanfaatkan, sekaligus menyaring dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut. Selain itu, kami juga mengingatkan siswa agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang saat ini semakin berkembang,” kata AKP Kadek.
Salah satu peserta, Saskia Yunisia, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang bermanfaat. Menurutnya, selama ini AI hanya dikenal sebagai teknologi untuk membantu mengerjakan tugas, namun melalui pelatihan tersebut ia memahami pemanfaatan AI yang lebih luas.
“Materinya seru dan mudah dipahami. Saya jadi tahu cara menggunakan AI dengan benar, mengenal peluang beasiswa, eksplorasi karier, sampai memahami risiko kejahatan siber yang sering terjadi. Kegiatan seperti ini sangat membantu siswa menghadapi perkembangan teknologi di masa depan,” ujar Saskia.
Dari pelatihan tersebut, seluruh peserta berhasil menyelesaikan program dan memperoleh sertifikat. Total sebanyak 399 sertifikat diterbitkan dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.