Kudus – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus diperkuat hingga tingkat desa. Di Kabupaten Kudus, kelompok tani (Poktan) Wonorejo bersama penyuluh pertanian dan jajaran Polsek Jekulo melaksanakan panen jagung di lahan pertanian Blok Belik Sani, Dukuh Selalang, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan panen tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus implementasi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pertanian menuju Indonesia Emas 2045.
Panen dilakukan di lahan garapan milik Sugiyanto seluas kurang lebih 2.800 meter persegi. Dari lahan tersebut, petani berhasil memanen sekitar 12 kuintal atau 1.200 kilogram jagung menggunakan benih varietas Perkasa.
Ketua Poktan Wonorejo, Sumar, selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa lahan pertanian non-Lahan Baku Sawah (LBS) tetap memiliki potensi produktif apabila dikelola secara optimal.
Selain panen, kegiatan juga diisi dengan pengujian metode pengubinan untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman jagung. Pengujian dilakukan menggunakan alat ukur berukuran 2,5 meter x 2,5 meter dengan hasil penimbangan mencapai 10,72 kilogram.
Sementara itu, Kapolsek Jekulo AKP Danail Arifin mengatakan pihaknya mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara petani, pemerintah, TNI, dan Polri menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.
“Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan nasional. Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor pertanian,” ujar AKP Danail Arifin.
Ia berharap keberhasilan panen tersebut dapat memotivasi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas lahan yang dimiliki.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para petani, untuk terus memanfaatkan lahan secara optimal dan menjaga semangat gotong royong dalam mendukung swasembada pangan. Dengan kolaborasi yang baik, ketahanan pangan daerah akan semakin kuat dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.